KEMISKINAN DI PROVINSI SULAWESI BARAT DAN DETERMINANNYA

Penulis

  • Dwi Ardian BPS Provinsi Sulawesi Barat

Kata Kunci:

kemiskinan, PDRB sektor pertanian, TPT, UHH, RLS

Abstrak

Kemiskinan di Provinsi Sulawesi Barat mengalami perlambatan penurunan, bahkan konsisten mengalami peningkatan sejak tahun 2021-2024, menempatkan kemiskinan Sulawesi Barat selalu di atas kemiskinan nasional yang cenderung menurun hingga ke angka satu digit. Peran sektor pertanian dan lapangan usaha sektor informal yang mendonimasi dengan rata-rata pendapatan di bawah UMP diduga sebagai faktor utama penyebab kemiskinan. Selain itu, faktor kesehatan dan faktor pendidikan juga diduga cukup berpengaruh terhadap produktivitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Dengan demikian penelitian ini akan mengkaji mengenai keterkaitan PDRB sektor pertanian, ketenagakerjaan, kesehatan, dan indikator pendidikan terhadap kemiskinan di Provinsi Sulawesi Barat. Data yang digunakan adalah data sekunder yang telah dirilis oleh BPS Provinsi Sulawesi Barat, meliputi tingkat kemiskinan, PDRB atas dasar harga konstan sektor pertanian, tingkat pengangguran terbuka, usia harapan hidup, dan rata-rata lama sekolah, pada 6 kabupaten selama periode 2015-2024. Data dianalisis menggunakan regresi data panel. Variabel PDRB atas dasar harga konstan sektor pertanian memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Variabel tingkat pengangguran terbuka (TPT), usia harapan hidup (UHH), serta rata-rata lama sekolah (RLS) tidak signifikan berpengaruh terhadap kemiskinan. Koefisien determinasi (R2) mencapai 64,62 persen menunjukkan variabel bebas cukup kuat menjelaskan variabel terikat. Melihat peran sektor pertanian yang krusial di Sulawesi Barat, perlu dilakukan peningkatan produktivitas dengan berbagai cara seperti membangun infrastruktur penunjang, penerapan teknologi modern, dan sebagainya.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-06-30