EFEKTIVITAS PPKM DARURAT DAN PPKM LEVEL 2, 3 dan 4 DALAM MENURUNKAN PASIEN AKTIF COVID-19 DI INDONESIA
Measuring The Effectiveness of PPKM In Reduce Active Covid-19 Patients In Indonesia
Kata Kunci:
uji sampel berpasangan, boxplot, kebijakan pemerintahAbstrak
Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada perekonomian Indonesia, namun juga membawa dampak sosial pada kehidupan bermasyarakat. Untuk menekan kasus aktif Covid-19, pemerintah telah mengeluarkan beberapa regulasi, seperti vaksinasi dan pemberlakukan PPKM. Setelah PPKM darurat, pemerintah kembali menerapkan kebijakan PPKM level 2,3, dan 4 yang dilaksanakan secara bertahap melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri. Penetapan level ini didasarkan pada pengetatan atau pelonggaran upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial berdasarkan standar WHO. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas kebijakan tersebut dalam menurunkan kasus aktif Covid-19 menggunakan uji sampel berpasangan. Pengujian dilakukan terhadap jumlah kasus aktif Covid-19 sebelum dan sesudah diberlakukannya kebijakan atau regulasi. Berdasarkan uji uji sampel berpasangan diperoleh beberapa kesimpulan diantaranya PPKM darurat tidak efektif menurunkan kasus aktif Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali. Berbeda dengan kebijakan sebelumnya, PPKM level 2,3, dan 4 efektif menurunkan kasus aktif Covid-19 walaupun secara perlahan. Untuk wilayah Jawa dan Bali, kebijakan ini efektif pada akhir tahap 4. Sedangkan pada wilayah luar Jawa Bali, PPKM level 2,3, dan 4 secara signifikan menurunkan kasus aktif Covid-19 pada tahap 5. Keberhasilan pemerintah Indonesia telah diapresiasi oleh John Hopkins University CSSE Covid-19 sebagai one of the best in the world negara yang berhasil menekan penularan Covid-19.

